- Back to Home »
- Cerpen »
- Berartinya Sahabat
Posted by : Unknown
Saturday, November 1, 2014
Dulu waktu
masih aku SD dan SMP aku mempunyai 4 orang sahabat yang selalu setia bersamaku.
Mereka adalah teman dari kecilku mereka adalah Hairil, Hasby, Jafar dan Untung.
Pernah suatu
saat di sekolah waktu kami sudah SMP, salah seorang temanku ribut di dalam
kelas dan saat itu aku (Jhumar) yang bertindak sebagai ketua kelas memberitahu
kepada temanku, dan kataku pada mereka “Bro jangan kamu terlalu ribut nanti
kita dimarahi sama pak guru” Tapi anehnya malahan dia tambah ribut mungkin dia
sengaja kasi emosi saya, pikiranku seperti itu sama mereka. Tapi saya tidak
ambil hati karena saya berpikir mereka adalah teman dekatku.
Setelah saya
sudah cape kasi tau mereka, saya keluar tinggalkan mereka di dalam kelas tapi
malahan mereka ikut juga bersama saya tinggalkan kelas. Berapa jam kemudian
salah seorang temanku cewek melaporkan kami yang keluar tinggalkan ruangan
kelas dan akhirnya kami dipnggil menghadap kantor. Setelah kami sampai di
kantor ternyata kami dihukum sama bu guru, dan setelah keluar dari kantor
temanku tertawa lantaran mereka yang berbuat salah saya (Jhumar) yang kena
batunya, tapi tak apalah mereka kan temanku, kataku dalam hati. Beberapa tahun
kami bersama menghabiskan waktu yang tak akan pernah terlupakan sejak dari SD –
SMP akhirnya kami berpisah lantaran kami melanjutkan sekolah kami di jenjang
SMA.
Setelah kami
berpisah aku dan temanku tidak bisa lagi berkomunikasi lantaran waktu dan jarak
yang memisahkan kami. Beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar bahwa di
antara temanku ada yang putus sekolah mereka adalah Jafar dan Hasbi, katanya
sih lantaran pergaulan disana. Kini tinggalah aku (Jhumar), Hairil dan Untung
yang masih bertahan tapi sayangnya kami berbeda tempat dan aku juga tidak tau
kabar temanku yang dua orang ini bagaimana sekarang.
Beberapa tahun
kemudian barulah aku mendengar kabar mereka tapi di antara temanku ini ternyata
satu temanku tersiksa di tempat tinggalnya dan dia sempat cerita sama saya kalau
dia tidak betah lagi tinggal di rumah itu, saya juga tidak tau apa alasannya,
dan dia sempat mengeluarkan air mata, waktu dia bicara sama saya lewat hp, dan
aku sarankan sama dia, kataku “memang gitu tinggal di rumah orang tidak ada
enaknya dan kita anggap saja sebagai cobaan”.
Beberapa bulan
kemudian dia kabur dari rumah tempat tinggalnya tanpa sepengetahuan yang punya
rumah dan orang tuanya. Setelah dia tau kabur dari rumah, bapaknya sempat
mencarinya tetapi tidak ketemu ternyata selama ini temanku bersembunyi di
masjid dan tidur disitu. Bapaknya pun tau kejadian itu dan Akhirnya bapaknya
mengizinkan untuk pindah sekolah, akhirnya aku sempat bertemu dengan dia karena
disaat itu saya juga berada di tempat dia sekolah dan dia bilang padaku
“hhmmmpp lamanya baru bertemu sob sudah hampir dua tahun” Dia juga sempat
bertanya “gimana kabar teman kita yang lain…?” saya menjawab “saya kurang tau
juga sob”.
Setelah kami
lulus dari SMA kami pulang di kampung halaman dan akhirnya kami berkumpul lagi
seperti yang dulu lagi, kaya waktu SD dan SMP. Beberapa bulan lamanya kami di sana
kami melanjutkan pendidikan kami lagi yaitu Kuliah, dan akhirnya kami berpisah
lagi tapi sayangnya yang jauh dari kami yaitu temanku yang namanya UNTUNG, itu
lantaran keinginan orang tuanya yang dia turuti kuliah di negeri orang yang
jauh, tapi saya besyukur masih bisa bersama temanku yang satu ini yaitu HAIRIL.
Tapi aku masih bisa juga berkomunikasi dengan temanku yang jauh meskipun hanya
lewat hp saja. Aku juga tak lupa sama temanku yang putus sekolah meskipun kami
jarang berkomunikasi tapi kami selalu ingat mereka karena mereka adalah sahabat
sejak kecilku.
