- Back to Home »
- Bebas »
- Keinginan baik yang Salah
Posted by : Unknown
Saturday, November 8, 2014
Pada suatu hari terdengarlah suara tangisan dari seorang
perempuan karena merasa bersalahnya kepada sang suami.
Dua belas tahun sudah ia hidup bersama dengan suaminya
namun mereka tak juga dikaruniai seorang anak.sang istri berkata kepada
suamiya”mas,maafkan aku,aku tidak bisa menjadi seorang istri yang baik dan bisa
membahagiakanmu,aku sudah gagal mas.aku rela apabila mas mau mencari wanita
lain untuk mas nikahi”menarik nafas sang suami menanggapi perkataan istrinya
“untuk apa kamu bilang seperti itu?aku tidak pernah merasa kecewa ataupun marah
ketika kita sudah bertahun-tahun bersama akan tetapi hasil cinta kita belum
berbuah,mungkin memang ini yang terbaik buat kita,TUHAN belum mengaruniai kita
anak karna tuhan tau mungkin kita belum sanggup untuk menjaga dan merawat
ciptaannya”.sang istri hanya bisa diam mendengar tanggapan sang suaminya.
Setiap hari tak ada yang direnungkan sang istri,hanya rasa
bersalahnyalah yang selalu ada dibenaknya sehingga ia mempunyai niat untuk
menghindar dan menjauh dari suaminya dengan maksud agar suaminya resah dan
jenuh sehingga ada keinginan untuk menikah lagi,akan tetapi karena kuatnya
cinta sang suami sikap dan niat istrinyapun ia abaikan.
Sehingga pada suatu pagi ketika mereka hendak sarapan,sang
istri berkata lagi pada sang suami”mas,aku sadar mas tidak akan bahagia dengan
pernikahan kita tanpa adanya buah hasil dari cinta kita,aku mau mas sekarang
menikah lagi supaya mas bisa mempunyai seorang anak,aku rela mas meskipun anak
itu terlahir dari perempuan lain aku terima”. Sekarang sang suami tidak bisa
menyanggah ataupun menanggapi dari keinginan sang istri yang sangat kuat itu.”pergilah
mas,cari wanita yang bisa mas nikahi dan bisa memberikan mas anak”lagi-lagi
sang istri berkata.
Tidak ada lagi yang bisa dilakukan sang suami,karena
cintanya yang sangat besar kepada istrinya dan tidak mau istrinya terus-terusan
menangis maka ia akan memenuhi dan mengabulkan permintaan sang istri.
Pada suatu ketika akhirnya sang suami menemukan perempuan
yang bernama Ranty dan iapun mau menjadi istrinya serta mau menyerahkan bayinya
kepada suaminya bersama istri yang sudah diketahui sebelumnya. Mereka tinggal
dalam satu rumah,sang istri sangat akrab dengan ranty apalagi ia sudah tau
bahwa Ranty sekarang sudah mengandung anak dari suaminya.
sang istri rela melakukan dan mengabulkan setiap apa yang
dinginkan oleh Ranty demi keselamatan dan kesehatan janin yang ada pada
kandungan Ranty. Sang suami hanya bisa melihat apa yang dilakukan istrinya
kepada istri keduanya itu.
Sembilan bulan sudah Ranty hamil dan akhirnya ia melahirkan
di salah satu rumah sakit yang terletak di kawasan tempat mereka tinggal.
Betapa bahagianya sang suami dan istrinya melihat bayi yang dilahirkan ranty
akan segera memanggilnya papa dan mama.tidak lama kemudian persalinanpun
selesai dan mereka pulang bersama-sama, entah kenapa di pikiran Ranty terbesit
sesuatu yang bertentangan dari perjanjian yang ia buat bersama keluarga
suaminya itu.
Sang istri hanya bisa menangis,menangis dan
menangis.”sudahlah,,jangan menangis lagi,memang kita sudah di takdirkan hidup
bersama tampa adanya seorang putera”sang suami mencoba menghibur istrinya.
“maafkan aku mas,aku kira dengan kita memiliki anak meskipun dari perempuan
lain kita akan bahagia,ternyata aku salah mas, maafkan aku”
