- Back to Home »
- Cerpen »
- Tidak Terduga
Posted by : Unknown
Sunday, November 2, 2014
Suatu ketika
tepatnya di sebuah pondok pesantren dibawah naungan asuhan KH. Abdul Hadi, aku
dikejutkan oleh ucapan bibiku bahwa ternyata aku sudah didaftarkan sekaligus
dicalonkan untuk mengikuti suatu kompetisi. Dengan ketidak yakinanku, akhirnya
akupun memutuskan untuk menanyakan hal itu langsung kepada orangtuaku. Ternyata
apa yang kudapati ? Dan ternyata memang iya.Tepat pada saat tiba pulangan akbar
di pondok pesantren, disitulah kesempatan bagiku untuk mengikuti kompetisi
tersebut.
“WISUDA AKBAR
INDONESIA MENGHAFAL 3 ,, JUZ 30 ,, Program USTADZ YUSUF MANSYUR” dilaksanakan
di kota Semarang, yang kebetulan kotanya berdekatan dengan tempat tinggalku,
Solo - Jawa Tengah. Cerita singkat, aku berangkat kesana ditemani oleh bibiku.
Mula-mulanya aku terlebih dahulu untuk mampir kerumah. Setelah malampun tiba,
kami sekeluarga diantaranya aku sendiri, bibi, adik, serta kedua orangtuaku
berangkat kerumah kerabat yang lebih dekat dengan stasiun radio jika
dibandingkancdengan rumahku yang lebih jauh.
Setiba disana
kami memutuskan untuk menginap dirumah kerabat kami tadi. Mentari di ufuk Timur
sudah hampir menampakkan sinar yang kan terpancar dari dirinya. Itulah saatnya
startku dimulai. Aku dan ayahku harus segera cepat-cepat berangkat agar supaya
tidak ketinggalan rombongan peserta yang sejurus denganku menuju ketempat
lokasi, tang bertempat tepat di Masjid Agung Semarang. Disitu dan pada saat itu
pula keluargaku tertimpa musibah yang itu mungkin merupakan sebuah ujian bagiku
dan ayah ibuku agar tidak begitu berbangga hati.
Tiba-tiba saja
adikku sakit muntaber, sayangnya dia tidak bisa ikut mengiringi denganku.
Padahal ibu dan adikkulah yang sangat ingin sekali untuk ikut serta
mendampingiku. Dan pada akhirnya mereka mengurungkan niat untuk menjadi
pendamping atas dasar karena kondisi adik yang tidak bersahabat. Aku dan ayah
pergi bersama para rombongan dari jurusan Klaten, Solo. Disepanjang perjalanan
aku selalu memikirkan hal yang akan terjadi nanti (entah mengapa…??), dengan
itu aku selalu membaca, menelaah, belajar kemudian mengingat, karena hati
kecilku sedang khawatir nan bimbang.
Ketahuilah ,,
aku tidak begitu memikirkan hadiah, penghargaan atau sebagainya mengenai hal
ini karena itu maybe tidak mungkin.. entahlah… Wisuda Akbar berjalan kurang
lebih sehari menjelang malam. Aku melaluinya dengan begitu tenang nan lancar.
Pengumuman undian hadiah telah diumumkan pada waktu sore hari tepat sekitar
pukul 16.00 WIB dan diumumkan pula distasiun Televisi ANTV. Karena itu,
pengumuman berlanjut dan sudah mulai dijalankan. Aku tidak begitu berfikir dan
mengharap terlalu besar akan itu, karena kutahu dari sekian beribu-ribu manusia
(kurang lebih 7rb peserta,,..bayangkan..!), itu hanyalah impian kecil. Apalagi
untuk orang sepertiku.
Namun,
kehendak Allah SWT berkata lain, prasangka manusiapun luput dari takdirnya.
Rezeki setiap insan memanglah berbeda dan tak pernah diduga-duga. Jauh dari
fikiranku, seketika seorang Ustadz Yusuf Mansyur mengambil satu buah kertas
yang tergulung disebuah “Toples Besar” yang berisikan beratus-ratus nama
peserta. Kemudian dan pada akhirnya, aku terkejut bukan main nan tak menduga
sebelumnya. Beliau telah menyubat sebutan satu bait satu kalimat “Ukhtun HILMY
NABILA dari Klaten-Solo” dan itu memang benar-benar nama pemilik akun Blogger
ini. (Hahaa..),,. Oh tidak ! aku tidak percaya. Aku dan ayah sedang menempati
pintu luar serambi masjid.
Setelah itu
dengan pasrah aku berjalan menuju pentas yang begitu jauh dari arah kediamanku
saat itu. Aku dan ayah melewati beberapa anak cucu Adam yang tengah duduk
berjejeran dengan rapi. Akupun menaiki pentas sedang ayah duduk menunggu
bersama orang-orang dibagian depan. Seusai pengumuman-pengumuman dan informasi
berlanjut, peserta yang pula senasib denganku, mereka bersuka ria dan saling
memotret-motret dan mengabadikan kesan. Sedang aku ?? hanyalah diam mematung
diri.
Hari itu sangatlah
tidak begitu beruntung (ndak sih..), mengapa ? karena aku dan ayah meninggalkan
sebuah ponsel yang bisa dibilang lebih baik dari yang tengah dibawa pada saat
itu. Kami tidak sadar, ternyata kami hanya membawa 1 buah Handphone kecil
nutninut tanpa Kamera, bahkan itupun juga cuma berisi 2 siung baterai. Itu
adalah bagian hal yang menurutku lucu, tapi tak apalah, bukan itu yang
dipandang. Pelaksanaan Wisuda Akbar telah lalu. Akhirnya, aku dan ayah pulang
kembali bersama para rombongan semula.
Aku tidak sabar
untuk memberitahukan hal ini kepada ibu dan keluarga yang ada dirumahm, agar
mereka turut bahagia, ingin rasanya segera membahagiakan mereka terutama ibu
dan adikku. Namun, dalam benakku selalu terbesit kata “Mimy jangan
sombong,,Mimi dak bole sombong,,…!!!” itulah yang aku rasakan selama itu.
Sesampainya dirumahkerabat tadi, aku segera memberitahu mereka dan menunjukkan
sebuah kunci Sepeda Motor terhadapnya (eitz..kunci itu masih dan hanya terbuat
dari gabus belaka..hihii).. Dan mereka juga ikut senang dan bangga atasnya. Itu
merupakan mu’jizat oh tidak, tapi anugerah bagiku dan keluargaku.
Undian terdiri
atas 10 buah Sepeda Motor untuk 10 orang, dan itu adalah undian ketiga. Undian
ke-2, 10 buah tiket paket Umroh bersama Ust. Yusuf Mansyur untuk 10 orang.
Sedangkan undian pertama/utama, yaitu sebuah mobil APV untuk 1 orang, dan itu
diraih oleh seorang anak perempuan seusiaku yang datang dari utusan Semarang.
Sedang aku ditakdirkan untuk meraih undian ke-3, sebuah motor SUZUKI TITAN.
Motor tersebut tidak langsung didapat kemudian siap saji, tidak. Melainkan aku
harus menunggu beberapa urusan-urusan itu selama satu bulan.
Dan pada
akhirnya, aku dan bibiku kembali pulang kemadura setelah satu minggu berada di
Solo. Aku membawa kabar gembira dengan keluargaku yang berada disana. Sudah
kulalui dan kumenunggu selama satu bulan, sepeda motor itupun datang dan
langsung dikirim/dipaketkan kerumahku di Solo. Yang pada akhirnya (tunggu !
sepertinya daritadi sudah pada akhirnya mengapa belum berakhir juga yah ..hahaha
:D) kumenunggu disini nan dipulau Garam ini, on the way Madura .
Aku sangat
amat bersyukur sekali jiddan kepada Yang Maha Mulia sang pengatur segalanya.
Selesai sudah akhir dari cerita pengalaman pribadiku yang begitu dan penuh
dengan istilah “Anugerah” bagiku.. SEKIAN _
