- Back to Home »
- Bebas »
- Tanpa Judul
Posted by : Unknown
Friday, November 28, 2014
“Apa artinya sebuah jabatan atau cap unggulan dari
banyak orang? Kalau itu hanya membuatmu lupa dengan dirimu sendiri”
Sesosok wanita yang berada di depan kelas mengingatkanku
akan seseorang, Aaah… aku merindukannya. Kuingat terakhir kali ia memelukku
satu tahun yang lalu, saat ia berhasil lolos test anggota Pengurus Organisasi
Siswa Cerdas Olimpiade atau disingkat POSCO. Organisasi tergengsi di sekolah
kami. Kewenangannya diatas OSIS dan tepat di bawah kepala sekolah. Anggotanya
juga bukan siswa sembarangan. Siswa dengan IQ diatas tara-rata, cerdas, pandai,
rajin dan berasal dari keluarga menengah ke atas. Termasuk perempuan yang
sedang kurindukan.
Namaku Vega, aku siswa SMA Bangsa. Sekolah unggulan di
pulau ini. Aku siswa kelas XI. Aku cucu dari mantan kepala sekolah di sini, Mr.
Evan. Beliau sangat dihormati. Bagaimana tidak, kakekku lah yang membuat
sekolah ini menjadi salah satu sekolah favorit di Indonesia. Tapi sayang beliau
meminta pihak sekolah untuk meletakkanku di kelas reguler ditahun pertama dan
tidak memanjakanku. Beliau ingin aku giat untuk meraih apa yang aku impikan,
terbukti ditahun keduaku di sini aku dapat kelas unggulan dengan membopong
banyak prestasi. Tentang POSCO, bukannya kau tak ingin ikut tapi aku mengingat
kata-kata seseorang.
Kini aku benar-benar rindu padanya. Dia, sahabatku telah
termakan oleh kata-katanya. Dia lupa denganku, ia bahkan menjadi sombong
setelah bergabung dengan wanita-wanita yang dulu dibencinya.
Wanita yang berdiri di ambang pintu itu benar-benar dia,
Rigel wanita yang kurindukan.
“Hai!” sapa Rigel
“Hmmm hai!” sapaku balik
Hai Rigel, kau tau aku sangat merindukanmu.
Aku gugup bicara dengannya.
“Aku ingin memberikan ini” Katanya “Kau butuh satu tahun
untuk dapat menyamai kemampuanku satu tahun yang lalu”
“Formulir POSCO? Aku tidak akan pernah mau begabung dengan
organisasi itu!” kataku
“Huh? Benar kata mereka . .”
“Kata siapa? Wanita-wanita yang dulunya kau benci? Bahkan
sekarang kau sudah mempercayai mereka”
Rigel hanya diam, ia menatapku dengan tatapan kosong.
“Lagi pula ada seseorang yang bilang ‘apa artinya sebuah
jabatan atau cap unggulan dari banyak orang? Kalau itu hanya membuatmu lupa
dengan dirimu sendiri’ dan kini aku melihat bukti nyata. Tepat di hadapanku“
kataku.
Lagi-lagi ia menatapku dengan tatapan kosong, kemudian
pergi melaluiku.
