- Back to Home »
- Pengalaman Pribadi »
- Pertamakali Menginstall OS Sendiri
Posted by : Unknown
Monday, September 1, 2014
Sekitar 2
tahun lalu waktu saya menduduki kelas IX di Sekolah Menengah Pertamaku saya
lagi asyik-asyiknya berinternet ria untuk mengerjakan tugas. Dengan sangat
hati-hati saya membuka browsing dan aplikasi lainnya yang dibutuhkan saat itu
karena komputer masih dalam keadaan baru (maklum takut lecet tuh ntar hehe :D).
Seperti biasa tugas saya kerjakan dahulu dan jika ada waktu tersisa nantinya
saya buat eksperimen, namun bedanya kalau di warnet terbatas dengan waktu dan
tarif (kalo di rumah sendiri mah sepuasnya juga gapapa hehe :D).
Saat pengerjaan
tugas berlangsung saya sempat melihat iklan-iklan di blog yang saya kunjungi
sebagai referensi. Bagus juga ternyata, saya mulai berpikir apa gunanya iklan
dipajang di sana dan hanya memakan tempat saja. Ternyata saya salah, setelah
membaca informasi dan berbagai sumber ternyata dari iklan itu akan mendapat
penghasilan dari provider iklan tersebut. Tapi caranya cukup rumit sehingga
saya tidak begitu tertarik pada hal itu, saya mau mencobanya ketika sudah cukup
umur kelak.
Tugas telah
terselesaikan dengan sempurna. Saatnya saya beraksi untuk mencari sesuatu yang
baru lagi tentang komputer (biasa serba ingin tahu bukan tempe hehe :D). Saya menemukan
sebuah program asing yang bernama depan “Patch” dan nama belakang sesuai nama
softwarenya. Setelah saya browsing ternyata Patch itu buatan seorang hacker
(peretas) untuk mematikan script perintah yang ada pada software berbayar
terutama agar menjadi gratis. Mudahnya begini, kalau software berbayar biasanya
ada batas waktunya, setelah waktu itu habis maka software itu dengan sendirinya
menyuruh kita agar membeli serial atau sejenis lisensi berbayar. Jika tidak
maka software itu tidak bisa digunakan atau di block tanda merah yang menjelaskan
bahwa program itu tidak dibeli secara resmi. Nah patch itu fungsinya untuk
menghilangkan tanda itu atau kembali menjalankan software tersebut.
Saya download
software berbayar yang bernama Xilisoft Video Editor yang fungsinya untuk RIP
Video dari DVD. Sudah pasti mahal dari fungsinya saja yang menengah ke atas. Software
tersebut tidak bisa dijalankan tanpa adanya lisensi yang harus dibeli. Saya juga
download Patch dari software itu dan menjalankannya. Patch tersebut sempat di
block oleh AV (Anti Virus). Namanya patch buatan hacker kita tidak mengetahui dicampur
dengan virus/apalah yang berbahaya. Saya tetap ingin mengetahui bagaimana cara
kerja patch itu. Saya jalankan dengan mematikan AV sementara dan berjalanlah
software itu. Selesainya proses patch saya langsung membuka software Xilisoft Video
Editor dan dapat dijalankan tanpa membeli lisensi, saya telah mencoba RIP
beberapa video dari DVD dan hasilnya sangat memuaskan. Namun setelah saya
aktifkan kembali program AV, seluruh file yang berekstensi *.exe di System Drive
termasuk file Windows seperti regedit.exe, cmd.exe, notepad.exe calc.exe dan
lain sebagainya tidak bisa dijalankan. Keterangan dari AV bahwa file tersebut
telah terinfeksi virus dan akan terus menyebar jika dijalankan.
Dari berbagai
sumber yang saya terima solusi terbaik adalah menginstall ulang OS. Tanpa basa-basi
saya langsung menghubungi teman dekat yang seperjuangan dengan saya tentang
dunia IT. Untungnya dia punya kaset instalan Windows yang sama (Windows 7). Saya
tidak begitu paham bagaimana cara install Windows ini dan tidak semudah
menginstall software. Langsung saya masukkan kaset itu ke DVD-ROM dan mencari
informasi dari BIOS. Ternyata terdapat bacaan yang intinya komputer akan
membaca DVD-ROM. Karena mengarah ke DVD saya tekan saja enter, sapa tau bisa.
Saat komputer membaca DVD itu terdapat bacaan “Press any key to continue . . .”
pastinya saya telah mengerti apa maksudnya. Segera setelah itu komputer langsung
menjalankan starting Windows seperti saat StartUp. Langsung saya jalankan sesuai
petunjuk dari OS itu. Dan selesailah proses instalasi Windows 7 ku.





Pertama kali
hidup resolusi gambar tidak seperti dulu (tidak tau sih kalo menggunakan driver).
Saya langsung install software browsing terdahulu dan mencari informasi tentang
komputer saya yang aneh. Langsung ditemukan bahwa saya harus menginstall
aplikasi yang bernama driver sesuai dengan hardware komputer. Langsung saya
download seluruhnya seperti Graphics, Audio dan sebagainya dari intel (karena
sudah tau sihh bahwa komputer saya menggunakan intel). Saya install seluruh hardware
itu dan komputer telah normal kembali.
Masalahnya saya
tidak tahu kalau menginstall ulang Windows itu harus mengosongkan Local Disk dan
System Reserved (pada Windows 7 dan versi ke atas) terdahulu. Jadi Windowsnya
ada 2 dan sama-sama Windows 7. Karena kurang enak dilihat saat booting yang harus
memilih antara 2 OS yang tersedia saya langsung backup Local Disk C:/ (karena System
Drive-nya di C:/) dan saya install kembali OS Windows 7 itu (capek juga yaa . .
.). Tidak lupa untuk mengosongkan Local Disk dan SR agar bersih. Selesainya langsung
saya install driver seperti tadi dan menginstall seluruh aplikasi yang saya
butuhkan dari awal. Alhamdulilah komputer saya telah berjalan sesuai dengan
keinginan. Saya lebih hati-hati ke depannya kalau menggunakan patch, karena takut
terjadi hal yang sama. (kalo cuma installnya sih gampang tapi eman-eman lah software
yang udah diupdate dan harus dari awal lagi).
