Posted by : Unknown Friday, September 5, 2014

Pada suatu hari saya sedang asyik membuat algoritma bahasa pemrograman dengan semangat yang penuh untuk membuat hasil yang maksimal. Di sepanjang perjalanan tentunya banyak rintangan dalam arti tidak langsung berhasil begitu saja. Hingga pada akhirnya saya tidak menyadari bahwa jam telah menunjukkan pukul 02.00 WIB. Saya langsung bergegas menuju tempat tidur dan komputer saya diamkan hingga paginya tatap hidup.
Keesokan harinya saya bangun jam 06.00 WIB. Sungguh tidak biasa karena biasanya bangun satu jam sebelum itu. Tanpa pikir panjang saya langsung ke kamar mandi karena merupakan kegiatan yang paling lama menurutku. Selesainya saya langsung berpakaian seperti biasa dan berangkat dengan terburu-buru seperti dikejar sesuatu. Alhamdulillah saya diberi keselamatan di dalam perjalanan.
Di sekolah pastinya disambut ria oleh tim Tatib yang selalu memeriksa kelengkapan atribut. Saya memarkir motor dahulu sebelum pemeriksaan. Akhirnya saya lolos dan masuk ke dalam kelas. Teman-teman banyak yang mengoceh karena saya tidak sempat piket kelas. Namun saya meminta agar nanti istirahat saya laksanakan. Dan dengan senang hati mereka menerima permintaanku.
Saat pelajaran berlangsung saya hanyalah terdiam karena pikiran saya masih ada di depan komputer yang belum terselaikan. Tidak disadari Guru pengajar menyuruh saya untuk maju dan mengisi ke di papan. Untungnya saya kepagian soal yang tidak begitu rumit walaupun itu mata pelajaran fisika. Jika tidak yang pasti tidak mengenakkan bagi beliau. Saya kembali ke tempat duduk dan merenung seperti tadinya. Begitu juga dengan pelajaran yang lain.
Jam terakhir telah tiba. Saat inilah yang paling tidak disukai teman-teman karena telah sore dan tentunya tenaga telah berkurang banyak. Saya berjuang dengan keras pada waktu itu karena mata ini terasa ada magnetnya yang selalu ingin menutup setiap saat. Begitu juga dengan teman-teman. Apa lagi saya yang istirahat malamnya hanya 3 jam. Akhirnya bel berbunyi dan telah waktunya kembali pulang. Saya segera melanjutkan pekerjaan agar tidak terulang kembali. Sungguh tidak mengenakkan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Translate This Blog

Visitors

Follow Me On Facebook

Powered by Blogger.

Copyright © 2014 - 2015 Amir Sayonara - All rights reserved. | Powered by Blogger