- Back to Home »
- Cerpen »
- Kehidupan
Posted by : Unknown
Tuesday, September 30, 2014
Pada suatu
hari ada seseorang yang bernama Bejo, dia bergabung dengan komunitas belajar.
Di dinding klub tersebut terpasang daftar ranking 10 nilai terbaik m. Melihat
itu bejo mulai belajar seperti setan. Dia belajar dengan keras. Namun pada
akhirnya Bejo tidak berhasil masuk daftar tersebut. Karena kecewa dia akhirnya
keluar dari klub tersebut.
Kemudian Bejo
bergabung dengan klub Taekwondo, dia berusaha keras di bidang tersebut. Disitu
dia ketemu dengan para senior yang hebat. (Dan sialnya) dia juga bertemu Junior2
yang ternyata lebih berbakat daripada dia. Akhirnya Bejo-pun menyerah. Bejo
keluar dari komunitas tersebut dan berusaha menghapus impiannya.
Lalu Bejo
bergabung dengan komunitas yang lain yaitu klub musik. scara dia pernah belajar
gitar sebentar. Dia berusaha keras latihan (latihan 10 jam sehari). Bahkan dia
selalu pulang duluan padahal sebenarnya teman2 klubnya selalu duduk2 ngobrol
sebentar sebelum pulang. Jujur dalam hatinya dia ingin bergabung dg teman2nya.
Namun dia berusaha menekan keinginannya. Dan berpendapat bahwa berteman tidak
penting dibandingkan impiannya. Namun nampaknya kesialan menimpanya lagi. Dia
tidak terpilih sebagai gitaris utama dari band perwakilan klub tersebut. GAGAL
LAGI
Mendengar hal
itu Bejo langsung lunglai. (Baca : limbung) Dia merasa bahwa hidupnya tidak
diberi keadilan. Kerja kerasnya tidak sebanding dengan yang ia dapatkan. dia
lalu pergi ke mall untuk menghibur diri. Disana dia bertemu dengan seorang
gadis. Dia sangat mengenal gadis itu karena dia pernah satu klub dengan klub
belajar Bejo yang dulu. Bejo pura2 tidak melihat. Namun sialnya dia dipanggil
oleh gadis itu
'Hai! Bejo'
'Oh Hai Siska,
gimana kabarnya. wah udah lama ga ketemu (jawab Bejo pura2 ramah)
'Baik, kamu
kmn aja nih kok ga pernah main ke klub lagi' tanya Siska.
'Iya nih, aku
sibuk
'Oya, sibuk
apa'
'Emm yaa
banyak acara di kampus'ngurusin event (Bejo emang memilih jawaban yang agak
keren, padahal dia lg ga ngurusi even apa2. Dia ga mungkin cerita kalo dia
gabung dengan klub musik dan klub taekwondo yang notabene dia ga berprestasi
disitu)
'Tapi kamu
kapan2 coba mampir dong, anak2 udah kangen lho sama kamu
Oya tentu aja
kapan2 aku kesana kata bejo (dengan wajah poker face seolah-olah dia benar2
akan datang. Padahal dia sudah berencana tidak akan datang)
Bejo mikir,,,
bagaimana temen2nya di klub bisa ingat dia yang notabene antisosial kayak gitu.
Bejo mulai menerawang kehidupannya yang sekarang : tak ada prestasi, ga punya
temen, pikiran negatif melulu dan lain lain.
Bejo mulai
bimbang. Dulu dia punya pola pikir bahwasanya : kerja keras no 1, kita hidup
dalam persaingan global yang kompetitif, tirulah negara Korea/Jepang, cinta itu
hanya ada di sinetron dan persahabatan hanya ada di anime, hidup ini tak
semudah (COCOTNYA) Mario Teguh dan lain-lain.
Dia mulai
berpikir jangan-jangan selama ini pola pikirnya salah
Bejo terdiam
agak lama, namun setelah agak lama terlihat senyuman di wajahnya akhirnya dia
menyadari bahwa tidak semua orang yang terkenal baik itu selamanya baik dan tidak
semua orang yang terkenal jahat itu jahat.
