- Back to Home »
- Cerpen »
- Menunggu
Posted by : Unknown
Saturday, September 27, 2014
“We never know
what will happen today, tomorrow and tomorrow again nothing impossible.”
Menurut saya
itulah kalimat yang cocok buat sepasang kekasih ini, cerita berawal dari masa
SMA, Wenny dan Farhan sudah berpacaran hampir 6 tahun, saat itu mereka berdua
masih sama sama duduk di bangku kelas X, dan sampai mereka lulus sekolah,
hubungan mereka masih terjalin dengan baik. Sampai suatu ketika, Farhan diminta
orangtua nya untuk menjadi seorang pilot dan menempuh pendidikan di luar
negeri. Saat mereka merayakan hari jadi mereka yang ke 4 tahun.
“Sayang, aku
punya berita bagus nih buat kamu”, ujar farhan kepada wenny yang saat itu
sedang meminum softdrink nya.
“apa? ngomong
aja sayang” jawab wenny sambil tersenyum senang.
“Sayang, di
hari jadi kita yang ke 4 tahun ini aku mau kasi tau kalo aku lolos jadi pilot
dan aku akan menempuh pendidikan sekolah penerbangan di luar negeri, gimana?
kamu seneng kan dengernya sayang?”, Wajah wenny yang saat itu terlihat senang
tiba tiba langsung berubah sedih. “kok kamu sedih sayang? ini kan demi kebaikan
kita juga!” ujar farhan
“sayang maaf,
tapi sebenarnya aku senang kalo kamu keterima di sekolah penerbangan tapi aku
nggak yakin kalo kita bisa pacaran jarak jauh!”, jawabnya dengan nada sedih dan
hampir meneteskan air mata.
“tenang
sayang, kita pasti bisa! bulan depan aku sudah berangkat ke Jerman buat
selesaikan pendidikan ku, aku nggak kan lama kok! aku janji aku nggak macam
macam selama kamu nggak di sampingku, sayang I always love you forever ever and
ever, i’ll be back for you honey!” kata kata itu yang selalu membayangi wenny,
dan membuat wenny yakin kalau farhan akan kembali.
1 tahun
pertama, semua berjalan lancar, namun di tahun ke 2 semuanya berubah. Wenny
sering cerita ke saya, kalau dia sering merindukan farhan namun sudah hampir 2
bulan farhan jarang beri kabar ke wenny.
“Ki, saya
bingung nih kok farhan jarang ya sms saya? saya takut dia macem macem trus
lupain saya, padahal saya disini nungguin dia saya nggak mau kalo penantian saya
sia sia ki” ujar wenny ke saya
Yaaa… wenny
itu temen baik saya dari kecil, rumah saya sama dia sebelahan bisa dibilang
tetanggaan lah makanya sampai sekarang kami masih temenan baik.
“lo tenang aja
wen, kan lo bilang si farhan bakal balik lagi buat lo, lo jangan takut lo
tenang aja dia pasti inget lo terus kok di sana!, udah deh senyum donk jangan
cemberut terus jelek tau!” ejek saya ke wenny sambil saya tarik pipi nya.
“iii ookkiii,
sakit tau awas ya saya tarik pipi lo kenceng-kenceng” dia berteriak sambil
membalas saya.
Setelah 6
bulan berlalu, tak ada lagi kabar dari farhan. Wenny yang biasanya ceria
berubah menjadi seorang pendiam saya tau apa yang dirasain dia, kasihan si
wenny.
“Ki, sekarang saya
pasrah ki, farhan mau inget saya apa enggak di sana saya ikhlas deh kalo dia
punya cewek lain disana”, ucapan wenny yang begitu pasrah membuat hati saya
agak sedikit sedih karena saya nggak tega kalau hati temen saya disakitin gitu
aja sama tu si farhan padahal sudah hampir 2 tahun ditinggal sang pacar wenny
tetep aja setia sama farhan yang nggak tau gimana kabarnya sekarang. “iii lo
jangan gitu donk wen, saya kan jadi ikutan sedihh!!! kalo farhan masih nggak
juga kasi kabar ke lo ya udah wen ntar saya bantuin lo cari penggantinya ok?”
namun tampaknya kalimat kalimat saya makin membuat dia sedih, “ya udah deh wen,
senyum donk jangan nangis lagi?” mmmm sambil saya peluk erat wenny.
Jam
menunjukkan pukul 09.15 tiba tiba handphone saya berdering. “hallo…?” jawaban saya
saat mengangkat telpon dari orang yang nggak saya kenal suaranya. “selamat
pagi, dengan Oki Vianti?”, “iya… siapa yah?” jawabku pelan “apakah anda
mengenal orang yang bernama Wenny Renita?”, “ya itu temen saya pak!” jawab saya
dengan perasaan yang nggak enak. “saya dari kepolisian mau melaporkan kalau
teman anda sedang dalam keadaan kritis di rumah sakit karena mengalami
kecelakaan… bla bla bla”
Setelah saya
mendengar penjelasan dari pak polisi dengan cepat saya langsung memberitahu
orangtua wenny. Saat saya dan orangtuanya wenny sampai di IGD, seorang cowok
yang menurut saya yaaa cakep banget langsung menghampiri kami, dia minta maaf
atas kecerobohan yang diperbuat, ternyata dia yang menabrak wenny saat wenny
menyebrang jalan. “ohhh… ternyata lo yang buat temen saya jadi kaya gini?” ujar
saya setelah dia menjelskan apa yang terjadi sebelumnya pemikiran saya yang
awalnya kalau dia itu cakep dll hilang karena kekesalan saya sama tu cowok,
“kalo sempat temen saya kenapa kenapa lo harus tanggung akibat nya”, cowok itu
hanya tertunduk dan diam. “iya nggak papa kok kita kan nggak tau apa yang akan
terjadi, kamu kan juga nggak mau kalo hal ini menimpa mu kan? begitu juga
wenny!” ujar papa nya wenny yang langsung duduk di sebelah pria tadi, “maaf in
saya om saya ceroboh” jawab nya “iya saya maafin kok” papa nya wenny ke cowok
itu, “oh… iya om, kenalin nama saya Barry” sambil menunjukkan tangannya ke om
indra, “ohh.. iya saya Indra, panggil aja om indra” seru om indra.
Tiba tiba
keluar seorang dokter dari ruangan itu kami pun langsung menghampiri si dokter,
“anda keluarganya? tanya dokter ke om indra “iya saya orangtuanya dok” jawab om
indra, “oh iya, begini pak anak bapak, sudah melewati masa kritisnya namun ada
hal yang harus bapak tau kalau ada kemungkinan besar anak bapak akan menggalami
amnesia karena shock berat yang dialaminya” jawab dokter ke om indra.
Keesokan
harinya si Barry dateng lagi ke rumah sakit, saat itu wenny sudah sadarkan diri
namun ia tak ingat siapa siapa termasuk saya teman baik nya, selama hampir
sebulan dirawat di rumah sakit akhirnya kondisi wenny pun pulih, dan diperboleh
kan pulang ke rumah. Dan selama hampir sebulan pula Barry mulai akrab dengan
wenny dan saya harap barry bakal bisa gantiin posisi farhan di hati wenny,
karena sebelum wenny sadar barry pernah ngomong ke saya “saya bakal nebus semua
kesalahn saya sama temen lo dengan memberikan semua yang saya punya buat dia”
begitu lah janji yang barry buat sendiri, saat itu kalau saya lihat sepertinya
dia tulus ngomong gitu, nggak karena merasa bersalah.
2 bulan
kemudian mereka berdua makin dekat dan wenny cerita lagi ke saya “ki, saya
merasa nyaman deket sama barry seperti nya saya sayang sama dia!” mendengar itu
hati saya jadi seneng karena akhirnya wenny nggak lagi mikirin farhan yang
nggak tau dimana rimbanya.
Sampai suatu
ketika saat saya dan wenny jalan jalan ke mall, tiba tiba saya ngelihat si
farhan lagi gandengan sama cewek lain wenny juga sempat ngelihat itu tapi dia
nggak perduli karena dia nggak ingat siapa farhan waktu itu farhan juga sempat
ngelihat saya sama wenny seketika itu pula dia langsung melepas gandengan
tangannya. Farhan langsung menghampiri saya, saat itu wenny lagi sibuk milih
baju yang bakal dipakai nanti malam di acara pertungannya dengan barry. “ki,
gimana kabar lo sekarang?” tanya farhan ke saya dengan ketus saya jawab “baik,
ooohhh… setelah sekian lama lo bisa bisanya ya nyia nyiain hati temen saya lo
tau, berapa lama weeny nungguin lo? hampir 2 tahun han… dia setia banget
nungguin lo! dia yakin kalo lo bakal balik lagi buat dia tapi nyatanya? apa?”,
“maafin saya ki, saya nggak bermaksud…”, “ahhhhh, udah lah semua udah berlalu
sekarang wenny udah dapat penggati lo, bahkan jauh lebih baik dari lo!” ujar saya
ke farhan dengan nada yang sedikit agak kasar, “siapa ki?” tanya wenny ke saya
“bukan siapa siapa wen, yuk kita kesana aja” jawab saya sambil menarik tangan
wenny dan meninggalkan farhan yang diam mematung di sana.
Malam pun tiba
acara pertunangan pun dimulai semua bertepuk tangan saat Barry memasangkan
cincin tanda ikatan cinta mereka ke jari manis wenny. saya bisa melihat
kebahagiaan wenny dari matanya, saya seneng banget akhirnya wenny mendapatkan
orang yang benar-benar tulus mencintai dirinya.
