Posted by : Unknown Tuesday, September 23, 2014


Dari kata mercusuar telah tidak asing lagi bagi Masyarakat Madura khususnya Bangkalan. Tempat ini terletak di Madura ujung barat, lebih tepatnya di Desa Keramat, Bangkalan, Madura. Tempat yang sepertinya cukup menarik untuk dijadikan tempat hiburan dan berwisata ke sana setiap hari-hari senggang. Tentunya telah ada berbagai konsumsi di pinggir-pinggirnya.
http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/02/34/9b/fe/filename-mercusuar-dak.jpgTempat ini biasa ramai pada hari-hari tertentu yang telah menjadi kebudayaan masyarakat sana. Biasanya didatangi oleh berbagai daerah yang lumayan jauh. Tidak kalah juga tempat ini pernah dijadikan tempat Competisi antar sekolah-sekolah tingkat anak-anak, sehingga tidak terjadi sebuah kejenuhan yang dapat mersak pemandangan saat acara berlangsung. Biasanya para pengunjung melihat gerbangnya saja sudah ketagihan.
Konon dahulu tempat ini menjadi sebuah benteng para Belanda. Ketika Indonesia dijajah oleh Belanda, di sinilah tempat bentengnya, juga berbagai lampu yang dapat bersinar hingga ratusan Kilo Meter telah tersedia di puncak ujung mercusuar itu. Berarti sudah lebih dari 350 tahun tempat ini berdiri, dan masih berdiri tegak seperti yang saat ini bisa kita lihat semuanya di tempat yang tersebut di atas.
Saya hanya pernah dalam hitungan angka 1-9 pernah berkunjung ke sana, baik bersama teman-teman sekolah maupun dengan teman sebaya. Awalnya saya kira tidak terlalu tinggi dan pada akhirnya saya telah kehabisan tenaga di tingkat ke 25 m. Padahal masih ada beberapa tingkat lagi yang harus dilewati. Tingkat nomor dua dari atas sangat beda melainkan menggunakan tangga biasa yang terbuat dari besi untuk menaikinya.
Dengan penuh perjuangan akhirnya sampailah di puncak pada ketinggian sekitar 35-40 m. Di atas sana memang terlihat jelas seluruh Desa yang ada di sekitarnya. Jadi memang tepat sekali dijadikan benteng yang dapat menjadi sebuah peringatan besar jika musuh mendekat melalui laut yang ada di sebelah baratnya mercusuar itu. Bisa dibayangkan saat Belanda berlari dari atas menuju ke bawah, dan begitu juga sebaliknya, padahal saya masih 1 kali naik, belum turunnya capeknya minta ampun.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Translate This Blog

Visitors

Follow Me On Facebook

Powered by Blogger.

Copyright © 2014 - 2015 Amir Sayonara - All rights reserved. | Powered by Blogger