Posted by : Unknown Monday, November 3, 2014



Kata dengan enam huruf ini memang termasuk salah satu hal yang paling ditakuti dan selalu dihindari oleh semua makhluk, oh tidak, sebagian makhluk di muka bumi ini, khususnya remaja. Enam huruf yang sering membuat orang sedih, bingung, putus asa, atau bahkan stress, pokonya semua rasa campur aduk deh. Temen-temen pada tau ndak,, Pasalnya, predikat jomblo akan membuat seseorang tidak Pe-De karena merasa jelek dan akan dianggap tidak laku setelah nggak bisa mendapatkan pasangan di saat sahabat-sahabat remaja yang lain sudah memilikinya bahkan dari satu.
Selain itu, seseorang dengan predikat jomblo akan sering merasa kesepian dan merana karena tak ada tempat bersandar dan berbagi. Dan yang terpenting, ia tidak akan masuk golongan mayoritas dari remaja yang sudah memiliki pasangan, tapi golongan minoritas. Pasalnya, hampir keseluruhan remaja di negeri ini sudah memiliki pasangan dan tidak akan mau memopulerkan dirinya menjadi jomblo. Dengan sendirinya ia (si jomblo) akan merasa terkucilkan dari pergaulan sahabat-sahabat remajanya yang lain. Hmm… sedihnya…!
Tidak salah memang. Jika dilihat sekilas, nampaknya berbagai alasan tersebut benar adanya dan bukan hanya rumor belaka. Tapi pada hakikatnya, jika ditelisik lebih jauh lagi tidak selamanya jomblo merupakan momok yang menakutkan. Jika dikatakan `tidak laku`, bukankah itu karena kita tidak sembarang  menerima orang sebagai pasangan jiwa kita. Dengan menjadi jomblo disaat remaja, itu juga berarti telah menunjukkan betapa mandirinya dan independen serta tingginya harga diri kita, karena tidak membutuhkan pasangan disaat semua sahabat-sahabat kita tidak bisa menjalani hidup tanpa pasangan. (keren banget tuh…). Kalau hanya untuk bersandar  dan berbagi , masih ada sahabat-sahabat  kita yang mau dan selalu bersedia menjadi tempat kita bersandar dan berbagi. Apakah itu belum cukup ??? ( jangan mau jadi orang rakus yang selalu merasa kekurangan , Allah tidak suka itu  ).
J-O-M-B-L-O . Enam huruf ini justru dapat membawa dampak positif jika kiita mau menyikapinya dengan bijak dan dewasa. Bukankah segala hal yang diciptakan Allah  di bumi ini tak akan pernah terlepas dari dua sisi yang berbeda : posiif dan negatif . Tergantung bagaimana kita menyikapinya . Ketika seserorang masih jomblo tentu saja ia akan lebih bebas melalukan apa saja tanpa perlu mempertimbangkan pendapat orang lain yang tak lain adalah pasangannya . Ketika sudah memiliki pasangan,tentu ia masih harus memadukan kedua pendapat ,dari dirinya dan pasangannya. Tambah ribet dan ruwet kan ..??
Naaah… apalagi buat yang masih peljar mending jomblo aja oke  ! Selain karena kita akan lebih cerdas dan bebas berekspresi ,kita juga akan lebih konsentrasi terhadap pelajaran,tanpa harus memikirkan yang bukan – bukan . Bukan sesuatun yang mustahil ketika seseorang yang sudah memiliki pasangan atau dengan istilah “pacar”, aka lebih sering memikirkan pacarnya itu daripada pelajaran. Otaknya hanya akan selalu memikirkan si dia dan si dia . Sedangkan untuk pelajaran no way !.
Sedang apa ya dia disana ? kira- kira ingat aku tidak yaa ? Apakah dia tengah memikirkan aku sekarang ? Atau “ Hmmm..kangen banget nich ma dia ,pasti dia juga lagi kangen aku..”
Naah,pasti kalu sudah begini terus kapan belajarnya coba' ?? Di dalam pikirannya  hanya dia dan si dia. Belum lagi, kalau misalnya nanti harus putus di tengah jalan , bukan bahagia yang akan didapat , tapi sebaliknya . Jika tidak kuat iman, ia akan stres berkepanjangan atau mungkin bisa bunuh diri . Apa untungnya coba ? Inilah salah satu problem yang sedang dihadapi oleh umat islam saat ini. Ketika remaja yang menjadi generasi bangsa hanya memikirkan tentang cinta tanpa berusaha untuk mementingkan pelajaran, maka kemunduran yang dialami oleh dunia islam akan semakin tidak terlesaikan. Krisis generasi bangsa akan tetap menjadi problem akut yang berlarut-larut. Memang.
Telah jelas dalam Al-Qur’an bahwa laa taqrobu azzina . Dan pacaran merupakn salah satu hal yang mendekati zina yang jelas-jelas dilarang dalam islam. Nah, remaja yang mengaku dirinya islam tentu tidak akan memiliki keberanian untuk berpacaran dan akan lebih memilih jomblo, apalagi di saat-saat masih dalam tahap belajar . Jomblo adalah pilihan terbaik bagi para remaja kalau tidak ingin tingkah laku dan hidupnya rusak dan sesat serta keluar dari koridor yang telah digariskan oleh islam ( Hayoo…mau pilih yang mana ?).
Hal pertama dan utama yang harus dilakukan oleh kita sebagai generasi bangsa ialah menumbuhkan kesadaran dalam diri kita masing- masing . Jomblo bukanlah satu hal yang harus ditakuti dan dihindari. Justru predikat enam huruf itu seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri buat kita sebagai kaum remaja , tapi bukan berarti kita akan jomblo selamanya . Dengan predikat itu, semoga kita akan termasuk generasi yang memiliki komitmen yang kuat terhadap agama yang telah kita yakini , bahwa tak ada istilah pacaran dalam islam . Generasi islam harus memegang teguh prinsip yang telah menjadi keyakinannya. Jadi JOMBLO adalah pilihan terbaik dalam kacamata islam. Dengan ,menjadi jomblo, kita telah mampu mempertahankan keimanan yang kita miliki. Jarang – jarang kan ada generasi muda yang seperti itu ? So, jangan mau jadi golongan mayoritas yang tidak baik , tapi jadilah golongan minoritas yang istimewa.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Translate This Blog

Visitors

Follow Me On Facebook

Powered by Blogger.

Copyright © 2014 - 2015 Amir Sayonara - All rights reserved. | Powered by Blogger