- Back to Home »
- Bebas »
- Kepiluhannya
Posted by : Unknown
Friday, November 14, 2014
Terdapat anak yang bernama ravida ,dia bersekolah di salah
satu SMA Negeri Di jakarta .ia biasa di
panggil vida ,ia tidak pintar ,ia
tidaklah pintar tetapi ia berusaha untuk selalu belajar.
Ravida memiliki sahabat yang amat setia menemani nya di
kala suka maupun duka bernama epha.mereka bersahabat dari duduk di bangku
sekolah dasar sampai sekarang ini. Setelah vida duduk di bangku sekolah
menengah atas vida mendapat begitu banyak sahabat salah satunya Dila dan risna.
Tidak hanya mereka yang menjadi sahabatnya tetapi juga tomi. Ia orang yang
humoris, ia juga juara kelas dan ia juga ramah pada setiap orang.
Ravida bersahabat dengannya dari mos awal masuk sekolah
sma. Kesan pertamanys dengan tomi, ia orangnya lucu dan misterius.
Kemisteriusannya itu ia sembunyikan di balik kacamatanya.
Waktu terus bergulir dan hari terus berganti. Awalnyavida
hanya sekedar teman biasa yang memiliki rasa ingin tahu dengan sifatnya. Semua
itu bermula dari tujuh bulan yang lalu tepatnya bulan November. mereka sering
bercerita lewat pesan singkat, banyak cerita duka dan suka yang vida ceritakan
denganya. Banyak pertanyaan yang vida ajukan untuknya.
Dari kesukaanya hingga alasan ia melepas kaca matanya
ketika ia berada di luar kelas dan di rumah. Bahkan dia member vida begitu
banyak nasehat “ jangan merubah diri kamu hanya karena hal yang tidak penting”.
pesannya
Sayangnya ke dekatan dan persahabatian mereka di warnai
gosip dan desas-desus yang menyatakan vida menyukainya, padahal di antara
mereka hanyalah ada sebuah tali persahabatan. Desas desus itu heboh di
kalasnya. Puluhan pesan singkat vida tak mendapat tanggapan darinya. Parahnya
lagi tiap mereka tidak sengaja bertemu tak ada sedikt senyum di wajahnya dan
tak ada sedikit pun kata terucap di bibir manisnya itu. Yang ada hanyalah
tatapan mata yang kosong namun indah.
Ravida binggung dengan apa yang harus ia perbuat.vida sedih
jika selamanya mereka harus begini. Hatinya sakit bagaikan di tusuk seribu
jarum.vida berdo’a “ Aku mohon kepada MU jangan ambil sahabatku. Engkau dapat
mengambil semua yang ku miliki tapi jangan kau ambil sahabatku. Karena sahabat
menurutku amatlah berarti dalam hidup ini .Jika aku boleh meminta pada MU.
kembalikanlah sahabatku seperti dikala pertama kali aku mengenalnya. Aku hanya
ingin jika aku kelak bertemu dengannya aku dapat melihat senyuman manisnya dan
mendengar kata sapaan dari bibirnya yang merah. entah kapan semua itu terjadi
yang jelas aku akan selalu menjadikan ia sahabat terbaikku. aku yakin itu semua
akan terjadi.” Rintihnya.
Jarum jam terus berputar begitu pula harapan vida yang
semakin lama luntur karena prilakunya. Vida menyadari mungkin itu semua terjadi
karena kesalahannya juga. Yang pada
suatu ketika menulis kalimat permohonan maaf dan kata-kata bahwa vida tidak mau memutus tali silaturami di
frendstervida. ia berkata melalui temannya bahwa vida membuat steres dirinya.
bahkan di luar dugaanvida, ia berkata untuk tidak saling menggangu biar
sama-sama enak. padahal di hati kecilku vida hanya ingin menyambung tali
silaturami dengannya. vida sedih dengan perkataannya itu, yang membuat vida
sedih kenapa pertemanan yang diawali dengan baik harus di akhiri seperti ini.
