Posted by : Unknown Monday, August 25, 2014


Pertama kali saya mau diajak berbelanja ke mal yang merupakan tempat asing bagi saya. Di sepanjang perjalanan saya selalu bertanya apa sih mal itu? Maklum karena saya tinggal di desa. Orang tua saya tidak menjawab dengan sempurna karena kecerewetan saya bertanya-tanya seperti itu. Mereka hanya menjawab saya akan tahu setelah tiba nantinya. Akhirnya kami tiba di tempat yang asing itu menurut saya (perkiraan umur 5 tahun).
Saya berpikir mal itu tempat yang di dalamnya penuh dengan maenan. Ternyata benar setelah saya masuk pertama kali saya melihat berbagai maenan yang tidak pernah saya maenkan. Tidak lama kemudian saya berpikir kalau pernyataanku salah karena setelah berkeliling banyak sekali barang asing. Saya hanya terdiam sambil mengikuti orang tuaku berbelanja ria waktu itu. Boleh dibilang saya menjadi pengawal mereka. Hehe
Setelah lama berkeliling akhirnya kami pergi ke kasir. Saat itulah saya pertama kali benda yang menurut saya paling aneh dengan mesin pencetak nota di sampingnya. Selain itu juga dilengkapi dengan barcode scanner untuk membaca merek produk. Saya mulai melupakan maenan yang dilihat tadinya dan fokus kepada benda asing itu. Saya perhatikan dari monitor yang seperti TV itu hingga ke sakarnya. Saya dari dulu memang sukaknya yang beiginian.
Perjalanan pulang telah tiba. Materi berubah dari awalnya bertanya-tanya tentang mal sekarang saya tambah penasaran dengan benda tadi itu. Orang tua saya tidak menjawab apa-apa. Saya terus merenung sepanjang perjalanan dan ingin sekali mengotak-atik benda itu. Saat itulah saya mulai tertarik ingin selalu berjumpa dengannya. Di rumah saya cari-cari benda yang mirip-mirip seperti benda itu dibuat alat peraga.
Saya mulai membongkar semua alat-alat elektronik. Dan mencari tahu apa sebenarnya di dalam alat itu kok bisa berbunyi dan lain-lain. Begitu juga dengan membeli maenan HP tidak sampek satu bulan sudah saya bongkar. Sampai TV juga sempat saya bongkar karena ingin sekali melihat isinya seperti apa. Kata saya sih di dalam komputer ya mirip-mirip itu. Baru 7 tahun kemudian setelah saya lulus SD bisa berkenalan langsung dengan komputer tanpa perantara apapun. Tidak dibayangkan lamanya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Translate This Blog

Visitors

Follow Me On Facebook

Powered by Blogger.

Copyright © 2014 - 2015 Amir Sayonara - All rights reserved. | Powered by Blogger